Kepincut Copet Ganteng Berhakir ML Di Tanah Kosong

Hasil gambar untuk seks hutan

Bermaksud mengejar pencuri yang mencopet tasnya, Eh… Si Ririn malah kena rayuan copet ganteng yang mencopet tasnya tadi. Pada akhirnya copet ganteng Dan Ririn-pun ML digedung kosong itu. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Cuaca yang panas dijakarta siang hari itu membuat aku sedikit kesal, sudah beberapa jam aku naik akngkutan umum namun tidak kunjung sampai juga. Jalanan dijakarta yang macet ditambah dengan angkot yang aku tumpangi selalu ngetem untuk mencari penumpang membuat perjalananku semakin lama saja.

Suasana dalam angkot membuat keringatku bercucuran membasahi kemeja putihku. Aku yang saat itu mengenakan kemeja putih dengan Bra berwarna hitam membuat Bra-ku terlihat jelas sekali dimata penumpang lain. Kebetulan sekali saat itu penumpang bermayoritas cewek dan hanya ada 2 penumpang pria.

Dua penumpang Pria itu yang satu duduk didepan dan yang satu lagi duduk dibelakang tepatnya didekat pintu angkot yang letaknya berhadapan denganku. Pria itu memang ganteng sih, dalam hatiku sempat mengatakan (Wah ganteng banget tuh cowok, andaikan saja aku jadi pacarnya pasti aku bakalan setia deh sama dia).

Saat tanpa sadar aku terus memandangi cowok itu sembari berkhayal andai saja dia jadi pacarku, hhe. Oh iya sebut saja namaku Ririn, aku adalah seorang wanita yang baru berusia 20 tahun dan pada hari itu aku berniat melamar kerja disalah satu perusahan di daerah gatot subroto Jakarta. Aku adalah lulusan SMA namun aku sudah mempunyai pengalaman kerja sebelumnya.

Sepanjang perjalan aku terus saja memperhatikan dia, yah hitung-hitung untuk menghilangkan rasa bosanku. Pria yang ganteng itu tidak mengetahui jika aku memandanginya, karena memang saat itu dia selalu melihat kearah luar angkot, mungkin saja dia sungkan karena diantara 7 penumpang yang duduk dibelakang hanya dia pria yang duduk dibelakang.

Setelah beberapa waktu aku memandangi dia, tanpa sengaja dia melihat kearahku dan kebetulan saat itu aku sedang bengong karena terpesona melihat pesona wajahnya yang ganteng itu,

“ Mbak, kog kayaknya dari tadi Mbak ngelihatin saya sih, ada apa yah Mbak ???, ” ucapnya bertanya padaku.

Saat itu aku masih bengong saja ketika dia bertanya padaku,

“ Mbak, ditanya masnya tuh jangan diem aja, ” ucapnya penumpang sebelahku sembari menyentuhku tanganku.

Seketika itu aku langsung sadar dari lamunanku,

“ Oh ii…iya Mbak kenapa tadi Mbak ?, ” tanyaku pada penumpang wanita yang duduk disebelahku.

“ Aduhhh, kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih sama Mas, hhhaa.., ” ucap penumpang yang duduk disampingku.

“ Ah mbak nih ada-ada aja deh, saya tuh bengong karena bingung, soalnya dari tadi nggak nyampe-nyampe ketujuan saya, kan saya mau ngelamar kerja, ” ucapku mengelak.

Saat itu Pria ganteng itu hanya tersenyum saja, sedangkan aku saat itu merasa malu sampai wajahku merah merekah seperti pantat bayi. Kulit putih yang aku miliki membuat aku terlihat jelas jika aku malu, huhhhh. Untuk mengelak aku-pun berkata,

“ Mas maaf yah, jangan salah paham dengan omongan Mbak ini, ” ucapku mengelak.

“ Oh iya kog Mbak nggak papa, saya juga tahu diri kog Mbak, mana mungkin wanita secantik Mbak bisa suka sama saya, hhe.., ” ucapnya.

“ Jangan gitulah Mas, Mas ganteng kog, malahan saya yang harusnya ngomong seperti itu ke Mas,hhe, ” ucapku merendah.

Saat itu angkot yang aku tumpangi masih terjebak macet. Kebetulan sekali saat itu angkot yang aku tumpangi itu berada didepan gedung bertingkat yang kayaknya bangunan itu adalah proyek yang tidak diteruskan Oleh pemiliknya, yah mungkin kehabisan dana kali ya, hhe. Didepan gedung itu mempunyai halaman luas yang telah ditumbuhi rumput yang lebat.

Mulai saat itulah Mas ganteng itu mulai memandangi aku terus dan kami saling mencuri-curi pandang ditengah kemacetan itu. Mas ganteng itu nampaknya nafsu melihat Bra-ku yang terlihat jelas karena baju putihku basah terkena keringat. Saat itu aku biarkan saja dia memandangiku, toh Cuma memandang tidak menyentuh, hhe.

Misalkan disentuhpun aku juga mau jika tidak diangkot, hha… Jujur saja aku ini sudah tidak perawan dan sudah jomblo selama 1 tahun, pastinya jika kalian jadi aku tahulah kalau aku haus belaian seorang Pria. Kami terus saling mencuri-curi pandang saat itu. Setelah beberapa waktu macet pada akhirnya angkot-pun mulai berjalan pelan.

Tidak kusangka setelah angkot mulai berjalan pelan, Pria itu mengambil tas-ku lalu berlari keluar angkot mengarah ke gedung tua itu. Aku yang merasa kecopetan-pun dengan spontan berteriak,

“ Maling…. Maling… tolong tas saya dicopet maling tadi, ” ucapku keluar lalu keluar dari angkot itu.

Aku tidak menyangka tidak ada satupun orang yang merespon aku teriakan itu, benar-benar kejam dan tidak bertoleransi sekali orang-orang kota metropolitan itu, huhhhh. Dengan sangat terpaksa saat itu-pun aku mengejar copet itu sendiri kearah gedung kosong bertingkat itu. Aku susuri rumput yang lebat digalaman gedung itu dengan terus berteriak,

“ Maling… berengsek loe ya maling, kembalikan tas gue woy…berengsek loe yah…, ” ucapku sembari terus berlari kearah gedung itu.

Entah Copet ganteng itu ketemu atau tidak urusan nanti tyang penting aku terus mengejar. Aku terus meyusuri halaman gedung yang penuh rumput itu dengan penuh amarah. Sampai pada akhirnya aku-pun sampai juga kegedung itu,

“ Huhhh… sial mana tuh copet berengsek, hahhhh.., ” ucapku dengan nafas ngos-ngosan.

“ Woy keluar loe maling, kembalikan tas gue !!! monyet loe ya, dasar banci beraninya sama cewek, keluar loe…, ” ucapku penuh kemarahan diiringi nafas yang menderu.

Didalam gedung bertingkat yang kosong itu aku terus marah-marah dan berteriak seperti orang gila. Tidak lama setelah aku berteriak akhirnya dia keluar juga,

“ Hahahaha, tenang saja Mbak cantik, aku tiak bermaksud mengambil tas kamu kog, sebenarnya maksudku mengambil tas kamu dengan harapan kamu mengejarku dan bisa berduaan seperti ini denganku, hheee..,” ucapnya dengan santainya.

“ Ah bohong loe, dasar loe ganteng-ganteng jadi copet, kasihan banget sih moral loe, ” ucapku degan penuh rasa kesal.

“ Serius Mbak, ini tas kamu, coba tuh di check ada yang hilang nggak, aku tuh tahu ketika Mbak melihat aku diangkot mbak ada rasa sama akukan ???, ” ucapnya dengan santai.

Saat itu aku langsung mengambil tasku dengan kasar, sejenak aku geledah tasku dan ternyata benar, barang dan uangku tidak ada yang hilang. Karena ternyata omongan Mas ganteng itu benar maka aku-pun berkata,

“ Bener juga yah omongan Loe yah, Huhhh.. capek banget ngejar loe, ” ucapku dengan nada bicara normal.

“ Benerkan yang aku omongin, ” ucapnya memastikan padaku.

“ Hehehe, iya benar, maaf yah Mas aku salah sangka, habisnya mas pakai cara nyopet gitu sih akukan jadi salah sangka, untuk aja mas nggak digebukin sama orang-orang tadi, hhe…, ” ucapku.

Hasil gambar untuk seks hutan

“ Biarin aja digebukin, aku rela kog demi bisa berduaan sama Mbak cantik ini, hhe, ” ucapnya merayuku.

“ Hahaha, bisa aja deh Mas ganteng ini, yaudah kenalkan namaku Ririn Mas, ” ucapku semabri mengulurkan tangan.

“ Oh iya Mbak, kenalkan juga nama aku Sharif, rumahku diperkampungan belakang gedung ini, hhe…, ” ucapnya ramah.

Dari situlah kami mulai terbawa suasana santai dan saling ramah. Saat itu kami-pun mengobrol sembari duduk dibawah dengan beralas kardus yang kebetulan ada di gedung kosong itu. Hanya dengan mengobrol sebentar saja kami sudah cepat akrab. Rasa marahku karena dicopet tadi-pun hilang begitu saja.
Kami terus mengobrol dengan akrabnya, dan rasa sukaku kembali bersemi kembali pada Sharif si Mas ganteng itu.

Sharif meminta aku untuk memanggilnya dengan sebutan nama saja, sebaliknya aku juga meminta sharif untuk memanggil dengan panggilan nama saja. Ditengah obrolan kami akhirnya aku-pun berani jujur padanya,

“ Rif, jujur saja yah dari pertama aku melihat kamu diangkot tadi aku sudah suka banget sama kamu, nggak tahu kenapa aku bisa suka sama kamu secepat ini, ” ucapku dengan raut wajah yang memerah karena malu.

“ Tuhkan bener, hhaaa… aku udah tahu kog semenjak diangkot tadi, aku berbuat begini memang dengan maksud agar kita bisa berduaan, hhe…, ” ucapnya.

“ Oh iya Rin, aku juga suka sama kamu kog, kalau aku bohong nggak mungkin aku berbuat senekat ini, ” ucapnya dengan memandang wajahku dengan tatapan mesra.

Aku yang telah terbawa suasana yang romantis itu, tiba-tiba saja akal sehatku hilang. Dengan penuh rasa sayang aku-pun mencium bibir Sharif,

“ Eummmm… Sssshhhh… Eummmmm, ” leguhku ketika mencium bibir Sharif.

Tanpa banyak Shari-pun membalas ciumanku dengan mesranya. Kami yang terbawa suasana saat itu berciuman dengan saling melumat bibir dengan penuh nafsu sex. Lidah kami yang saling bertemu didalam mulut membut kami bertambah nafsu saja. Birahi kami memuncak digedung tua kosong itu.

Kami yang saat itu berawal dari berciuman saja, pada akhirnya tangan kami-pun mulai bergerak mengarah pada bagian sensitive kami. Dengan beralas kardus kami bercinta dengan syahdunya. Tanganku mulai melepas resleting, kancing celana lalu tanganku mulai menyelip dibalik celana dalam Sharif. Kuraihlah penis Sharif, Wow besar sekali penis Sharif,

“ Shhhhhhh…, ” lenguh Sharif merasakan penisnya tersentuh tanganku.

Sharif yang sudah terbakar nafsu sex, saat itu tanganya juga mulai menyelinap kedalam bajuku. Dia lepas tali Bra-ku lalu tanganya mulai beralih meremas buah dadaku,

“ Euhhhhhhhhh.. Sssssshhhh…, ” desahku penuh gairah sex.

Kami saling melenguh sembari terus berciuman dan saling meremas bagian sensitif kami. Aku mengocok penisnya dengan perlahan, sesekali kepala penisnya juga aku elus-elus dengan ibu jariku,

“ Ouhhhhhhhh… Sssssshhhh… terus Rin enak Ri, Ahhhhh…, ” desahnya melepaskan ciuman kami.

“ Iya Rif, aku juga enak, terus remas susu aku, Sssshhh… Ahhhhh…, ” jawabku lalu mendesah.

Saat itu kami berciuman kembali sembari saling memberikan rangsangan sex dengan dahsyat-nya. Aku melenguh diiringi dengan tubuhku yangterus menggelincang, sungguh nikmat sekali mesum dengan Sharif ini. Aku merasa saat itu vaginaku nampaknya sudah basah dengan lendir kawinku karena sudah nafsu sekali,

“ Sssssshhhh… Rif mainin memek aku yah, Ouhhhh… udah basah memek aku Rif, Ahhhh, ” pintaku dengan nafsu sex yang memburu.

Tanpa menjawab sharif kemudian segera menghentikan permainanya pada buah dadaku, lalu dia melucuti rok hitam dan celana dalamku. Karena sudah setengah telanjang , aku-pun sejenak menghentikan percintaan kami lalu aku melepas kemeja putih dan Braku sekalian. Melihat kau yang sudah telanjang Sharif-pun tanpa disuruh dia melepas semua pakaianya juga.

Jadi saat itu kami-pun sama-sama telanjang bulat. Tak lupa pakaian kami aku letakan diatas tasku agar tidak kotor. Lalu,

“ Woww… tubuh kamu indah sekali ya Rin, selaiin bagus tubuh kamu juga putih banget, bikin aku tambah nafsu aja deh, ” ucapnya memujiku.

“ Ihhhhh… kamu lebay deh, tuh lihat penis kamu udah tegang banget pasti udah nggak sabar pingin masukin ke memek aku, hhaaa…, ” ucapku menggodanya.

Sharif yang nampaknya sudah tidak tahan lagi, diapun langsung merebahkan aku di atas kardus itu. Setelah memastikan posisi sexs kami nyaman Sharif-pun menindihku. Setelah menindih mulutnya mengkulum buah dadaku sembari penisnya digesek-gesekan pada bibir vaginaku,

“ Ssssshhh… Ouhhhhhhhh… Eummm… terus Rif, Ahhhhh… buwat aku puas hari ini sayang…Ahhhh…, ” ucapku meracau dengan liarnya.

Hasil gambar untuk seks hutan

Mendengar ucapanku Sharif semakin liar saja menimati tubuh indahku ini. Dihisaplah penisku sembari penisnya digesek-gesekan terus pada bibir vaginaku. Aku menggelincang dengan hebatnya dengan diiringi basahnya vaginaku dengan lendir kawinku,

“ Sayang… Ahhhhh… Enak sayang… Ssshhhh… ayo cepetan masukin kontol kamu sayang memek aku udah basah nih, aku udah nggak tahan… Ahhhhh, ” ucapku sudah tak sabar merasakan penis besar Sharif.

Tanpan banyak bicara Sharif-pun segera menenggelamkan penisnya didalam vaginaku,

“ Blesssssssssssssssssssss…., ”

“ Euhhhhhhhhhhhhhhh… panjang dan besar sekali penis kamu sayang, Ouhhh… enak sayang…, ” ucapku puas.

Sharif terus mengenyot buah dadaku sembari menngenjot vaginaku dengan liarnya. Ditusuklah maju mundur vaginaku dengan penis Sharif yang besar dan panjang itu. Aku benar-benar merasakan sensasi sexs yang luar biasa dengan Sharif. Baru kali ini aku merasakan hubungan sex yang benar-benar nikmat dan penuh kepuasan.

Gedung kosong dan alas kardus itu seakan menjadi saksi bisu hubungan sex kami. Sharif terus menggenjot vaginaku dengan penuh nafsu. Vaginaku semakin basah dan suara lendir kawinku terdengar seiring percintaan kami saat itu,

“ Pyekkkk… Pyekkkk… Pyekkkk… Pyekkkk… Pyekkkk… , ” suara vagina basahku yang tertusuk penis Sharif.

“ Ouhhhh Sayang…. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh… aku keluar sayang… Ssssshhh… Ahhhhhhh… Euhhhhhh, ” desahku mengiringi orgasmeku.

“ Kamu udah keluar ya sayang, Enak nggak ML sama aku, Shhhh…, ” ucapnya.

Dia melepas mulutnya dari buah dadaku lalu berkata seperti itu sembari terus menggenjot vaginaku,

“ Heeeggg… Euhhhhh… Iya sayang… Sssshhh…., ayo giliran kamu keluarin pejuh kamu sayang… Ahhhhh…, ” ucapku ditengah persetubuhan kami.

“ Iya sayang, mau keluarin didalam apa diluar, Ahhhh, ” tanya Sharif padaku.

“ Diluar sayang, Sssshhh… nanti kalau keluar didalam aku hamil dong, Ahhhh…, ” jawabku sembari terus merasakan genjotan penis Sharif pada vaginaku.

Sembari berhubungan sex kami sedikit berbincang, sungguh seru sekali ngentot sembari berbincang. Hhe. Tidak terasa kami sudah berhubungan sex hampir setengah jam. Vaginaku yang sempit dan lama tidak terjamah penis, saat itu benar-benar merasa puas sekali. lendir-lendir kawin kami brcampur menjadi satu diiringi desahan kami yang bersahut-sahutan.

Kira-kira 5 menit kemudian Sharif nampak akan mendapat orgasmenya, mukanya memerah, nafasnya semakin memburu dan genjotan penisnya semakin cepat sajapada vaginaku. Aku tahu itu tanda bahwa Sharif akan mendapatkan klimaksnya. Benar sekali dugaanku Sharif yang semakin mempercepat gerakan pinggulnya kemudian,

“ Sayang aku mau keluar, buka mulut kamu sayang !!!!, ” ucapya sembari mencabut penisnya.

Aku yang sudah pernah melakukan hubungan sex dengan mantan pacarku dulu tanpa banyak bicara aku membuka mulutku lebar-lebar. Sharif saat itu segera mengarahkan penisnya kedalam mulutku,

“ Eummmmmmmmmmmmm…, ”

Masuklah penis sharif dalam mulutku. Mulailah aku keluar masukan penis Sharif dari mulutku sembari aku hisap kuat-kuat,

“ Ahhhhhhhhh… Crutttttttttttttt… Crutttttttttttttt… Crutttttttttttttt… Crutttttttttttttt…, ”

Tersemburlah semua air mani sharif dalam mulutku. Penisnya aku hisap kuat-kuat dan aku tahan didalam mulutku hingga spermanya tertelan habis olehku,

“ Ahhhhhhhhhhhh… enak sayang… Huhhhh… telan semua pejuh aku sayang…, ” ucap sharif sembari memejamkan mata dan mendogakan kepalanya keatas.

Aku telan habis semua sperma Sharif tanpa rasa jijik sedikitpun, aku meyakini jika menelan sperma laki-laki bisa membuat kulitku semakin bersih dan bersinar. Saat itu kami sama-sama puas dengan percintaan kami karena sudah sama-sama mendapatkan klimaks kami. Setelah merasa puas kami-pun segera membersihkan alat kelamin kami yang ada didalam tasku.

Singkat cerita setelah bercinta kami-pun keluar dari gedung itu dengan rasa puas dengan muka yang berbinar-binar karena puas setelah berhubungan sex. Pada hari itu aku juga sempat mampir kerumah Sharif untuk berkenalan dengan orang tuanya. Setelah beberapa saat aku mampir dirumah sharif, aku-pun diantarkan pulang oleh sharid kerumahku dengan motornya.

Ternyata perekonomian keluarga Sharif lumayan mapan, ayahnya seorang pegawai pemda dan ibunya seorang guru smp swasta dijakarta. Sejak kejadian itu aku-pun menjalin hubungan asmara dengan Sharif. Tidak aku sangka perkenalanku dengan Sharif berawal dari perbuatan iseng Sharif dengan mencopet tasku agar kami bisa berduaan, hha.

Sungguh gilak Sharif pacarku yang ganteng itu, demi bisa berduaan dan Ml denganku dia sampai melakuakn hal senekat itu. Demikian cerita sex unik dan nyata yang aku alami dengan Sharif yang sampai saat inimasih menjadi pacarku. Selesai.

Bandar Poker dan Sakong Terpercaya untuk mendaftar : Klik disini

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *